mymagz


back
Reportase - 5 Fabs Designer

Di edisi Fashion ini MyMagz ingin memperkenalkan 5 desainer dan “kreator” dunia mode lokal Jogja yang perlu kita kenal nama dan karyanya. This is all about fabulous, fresh, and fierce. 

Lustful Lulu Lutfi Labibi
“Berani dengan Minimalis”

Teks: Ivan Loviano

Ia membawa energi baru bagi dunia fashion di Yogyakarta. Karya-karyanya yang bernuansa edgy, seakan melepas dahaga kaum muda yang membutuhkan sentuhan-sentuhan seperti itu. Lulu Lutfi Labibi yang mengaku belum bisa melepaskan Yogyakarta ini ternyata telah memiliki label L by Lulu Lutfi Labibi di Mal Kelapa Gading Jakarta. Pemenang 3 terbaik Gading Fashion Entrepreneurship Award (GFEA) 2011 ini akan dengan mudah kita kenali melalui garis-garis minimalis yang berani. “Itu adalah identitasku. Tapi sebagai desainer, aku akan selalu mengikuti permintaan klien dengan saran dariku sebagai desainer,” ungkap kelahiran 30 April 1982 ini. Lulu mengaku memiliki mimpi besar untuk bisa membawa sentuhan lokal ke global. Dan sebagai upayanya, 6 rancangan Lulu Lutfi Labibi telah menapaki runway Jakarta Fashion Week 2011/2012 November ini.

Fenin
Nilai Seni dalam Untaian Kawat

Karya kriyanya selalu mampu menghadirkan decak kagum. Ia dapat mengkreasikan untaian kawat, dan logam lainnya menjadi aksesori cantik yang bernilai seni tinggi. Yoel Fenin Lambert, Ssn, atau yang biasa disapa Fenin ini membawa sentuhan seniman kedalam karya fashion yang ia rancang. “Aku kebanyakan merancang pakaian dan perhiasan dengan bahan yang bukan dari kain yang sudah ada, tetapi dari bahan-bahan lain yang bukan untuk membuat pakaian,” ungkap Fenin. Mengawali dengan riset bahan adalah kunci kematangan karya Fenin yang akhirnya mampu menonjolkan rancangannya sebagai karya yang “berisi”. Salah satu pencapaian dan pembuktiannya, Fenin pernah mewakili Indonesia dalam acara Concours International Des Jeunes Createurs De Modes & Bijox tahun 2004 di Paris.

 

Elia Nurvista & Syafiatudina
“TidakAda ProdukSimalakammadenganTampilan yang Sama”

Menyukai barang fashionable yang unlimited? Tidak harus mahal, karena ada Simalakamma yang menyediakanberbagai purse seperti dompet, passport case, dan organizer dengan harga terjangkau namun ekslusif. Digawangi oleh dua gadis yang sama-sama menyukai sesuatu yang artsy, Elia Nurvista dan Syafiatudina, Simalakammamenjadisebuah brand yang memiliki karakter utama fungsional dan unik. “Simalakamma merupakan perpaduan antara bentuk kecintaan kami padapakaiansecondhanddenganproduksehari-hari yang  fungsional dan unik”, terangSyafiatudina.

Tidak ada produk Simalakamma dengan tampilan yang sama. Setiap produk dari Simalakamma terbuat dari potongan baju-baju secondhand.Promosi yang dilakukanbiasanyadilakukanmulutkemulutsertamelalui blog simalakamma.blogspot.com. “Setiap produk Simalakamma memiliki kombinasi bahan yang berbeda, karena kami percaya bahwa setiap orang adalahindividuunikdanpantasuntukmendapatkan sesuatu yang spesial”, kata EliaNurvista.

 

Kartika Yuswadi (Semoet Ketjil)
"Seperti Falsafah Semut, Ada Dimana Saja"

Semoetketjil, brand ini memang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar pernik lucu di Yogyakarta. Seperti namanya, Semoetketjil itu seperti semut yang ada dimana saja. Meskipun hanya dengan gerai kecil, namun Semoetketjil saat ini sudah dapat ditemui di puluhan tempat di 6 kota di Indonesia.

Kartika Yuswandi, dialah motor dibalik brand yang gencar promosi melalui pameran dan media online ini. Mengaku tidak suka buku pelajaran dan hobi melahap buku kerajinan, perempuan kelahiran 8 April 1986 ini mulai jadi ketagihan membuat berbagai kerajinan kreatif. Di Semoetketjil, Tika mengaku bisa menuangkan ide personalnya dengan bebas. "Disini tidak ada yang membatasi waktuku, mau buat apa aja tinggal buat”. Tika mengaku target awal pasarnya sebenarnya untuk turis, tapi ternyata anak muda banyak yang berminat. Lalu bagaimana dia mensiasati persaingan di dunia fashion saat ini? “Saya selalu fokus harus membuat yang beda, meski harga murah namun kualitas harus lebih baik”, tambahnya sambil tersenyum.

 

 

Clara Seiffi Emmy Pratiwi

Inovasi yang Peduli Dengan Lingkungan

                  Ibu Clara Seiffi Emmy Pratiwi, yang kerap dipanggil Ibu Emmy adalah pengusaha tas dan craft asal Yogyakarta. Keunggulan dan keunikan dari produk yang ia desain dan hasilkan adalah produk tersebut berasal dari bahan limbah daur ulang dan bahan alami. Bertempat di Galeri Sasanti, kita bisa mendapatkan hasil karyanya dengan balutan nama CS Bag atau Sasanti Bag.

Ide usahanya berawal dari kepedulian Ibu Emmy terhadap bahan baku dari alam dan bahan daur ulang yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk Indonesia. Akhirnya, dimulai dari bahan seperti eceng gondok, mendong, manggar, pandan, lontar, dan daun dari pohong gebang, hingga bahan daur ulang seperti koran, bungkus pasta gig hingga tali raffia mampu membuat produk desainnya dilirik pasar internasional. Tercatat Amerika dan Italia merupakan negara yang paling rutin  memesan produk CS Bag tersebut. Khusus Italia, desain CS Bag bahkan dibuat sesuai dengan tipikal fashion disana dikenal. Jika mengunjungi galeri CS Bag, maka nuansa inovasi produk tas buatan Ibu Emmy  sangatlah terasa. Cantik dan sangat unik.

 

 


 
SPONSORS

mymagz copyright©Swaragama FM
Developed by Citraweb Nusa Infomedia